Selasa, 5 Februari 2013

Merendah Diri dan Hilang Keyakinan Diri


credit to photo owners : loinworldtours for the memories

Yang kurasakan kini hanyalah berada di persimpangan antara dua keadaan. Merendah diri dan hilang keyakinan dalam diri. Dalam situasi untuk mencelah di ruang-ruang kata antara dia dan rakan-rakan, aku memilih untuk berdiam...berlakon seolah-olah aku tidak mengetahui barang satu apa pun di dunia ini. Takut nanti dianggap cuba membantutkan perbincangan. Takut tersalah pilih kata dan mungkin akan ada yang tidak suka. Khuatir dituduh sesuatu yang tidak nyata. khuatir perkara seperti dahulu berulang kembali. 

Dan dalam situasi untuk bertanya sesuatu yang aku ingin tahu, aku memilih untuk bertanya tidak secara langsung. Pada sekeping potret yang ditayangkan kepada khalayak ramai, boleh saja jika aku bertanya pada kamu di hadapan mereka. Namun kuat menyatakan dari sudut tersembunyi diri, mungkin lebih baik jika persoalan itu aku tuju kepada kamu di belakang sana. Khuatir jika persoalan aku nanti akan dijadikan bahan gurauan, dijadikan persoalan dan pertikaian seolah-olah aku tidak sewajarnya mengutarakan soalan itu. Khuatir nanti diri dipandang rendah.. mungkin itu yang aku cuba elak. 



Sungguh, sayang. Aku belum cukup kuat untuk melalui waktu-waktu seperti itu lagi. Sejak peristiwa beras terbakar itu, aku masih gagal untuk kembali berdiri seperti dulu. Belum timbul kekuatan untuk aku jadi seperti bidadari yang cukup kau agung-agungkan. Untuk kembali menjadi seorang yang terlalu independent seperti dahulu, aku masih gagal. Semua keadaan yang aku lalui saat kau menyebelahi aku waktu itu membuat aku jadi seorang yang sangat dependent. Sungguh, sampai saat ini aku masih lemah dan semakin lemah. Jika dihitung dan ditimbang neraca kekuatanku, nescaya kelemahanku melebihi kekuatan yang ada. 


Saat aku utarakan aku rindu diriku yang dulu...cukup berharap aku kembali kuat seperti dahulu...terlalu ingin berada dalam sokongan kamu, cuma ada kayu sakti buat peneman malam-malamku. Semoga kayu sakti ini akan terus menyimpan saktinya. Semoga kekal hingga hadirnya kau dan kita akan bersatu waktu itu. Kerana aku cukup rindu pada kenangan lalu... Namun...yang bersembunyi di balik awan, hanyalah angin yang datang mencelah tidak mengira waktu. 



antara ruang dan waktu, aku biarkan daughtry menemani aku saban waktu... buat penaik semangat agar aku mampu bernafas dengan lancar...biarpun tersekat di kerongkong kehidupan~~~ 




Captain said; tak perlu untuk jadi perfect..sebab tak ada hidup yang perfect.. Dan kita tak akan dapat semua yang kita nak... 


Belum Hadir.  
Waktu itu belum hadir
selagi isi terkurung sepi
terus menyendiri
menghitung saat yang berlalu
dia cemas sendiri.  
Saat terjatuh di lantai masa
nyawa terbang dan menghilang
saat ingin kembali
mencari teduh dalam diri
aku menangis lagi.  
Dia cemas menanti
isi hadir di sisi
sedang aku ...
masih cuba berdiri
tanpa tongkat sakti. 
HAdira Kifly
Bandar Baru Bangi
02022013 00:24 hours



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
We're not friends. We're not enemies. We're just strangers, with some memories...

Suka Tak?

Yang Menghidupkan Hidup