Selasa, 18 Oktober 2011

PELANGI



Bumi basah lagi dengan hujan yang turun menyembah dunia . . aku tenang saja melihat dan merasa beku sejuk pada sekarat urat . . aku merenung pada titisan hujan  , perlahan - lahan aku tadahkan tangan. . . merasa sejuk pada sekarat tulang dipergelangan . . aku tarik huluran dan aku simpan . . aku sisipkan di dalam saku tersembunyi . . lama aku berdiri di situ , hingga aku kebasahan bagaikan bermain dalam hujan . . terasa menggigil tubuhku . .

Basah tubuhku hilang bersama panas mentari yang baru menjengah . . ada cahaya selepas hujan menumpahkan Rahmat-Nya pada dunia . . . aku melihat dengan wajah penuh makna . . aku lemparkan segaris senyum bersulam tawa . . terkenang seorang insan nun jauh di sana . . kuluruskan semula senyum dan tawa . . .

Ada sejalur pelangi di langit dunia . . . sejalur bahasa yang indah menuai rasa . . aku tatap sehabis rasa , buat ubat jiwa yang berduka . . aku dengar meow kucing kesejukan di dalam raga . . aku ambil kain buat pemanas penambah haba . . Lalu aku kembali menengadah lagit , mencari sejalur pelangi . . tapi sayang , pelangi hilang di balik awan , dan hujan pun kembali menyembah bumi . . . sekali lagi . . . menambah gelora dan duka di dalam hati . . .


.......................................................................................................................................

PELANGI

Di mana pelangi
di saat indahnya baru aku tatapi
mencari di kanan dan kiri
tetap tidak aku temui

pelangi hilang ditelan hujan
terkedu aku dalam kebasahan
menambah lelah dalam kerinduan
terkapar aku kelemasan
dalam merentas sebuah perjalanan
atas garisan kehidupan


HAdira Kifly
Arjuna Hati
Pokok Tampang, Pulau Pinang
18102011 16:05





Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
We're not friends. We're not enemies. We're just strangers, with some memories...

Suka Tak?

Yang Menghidupkan Hidup