Ahad, 7 Oktober 2012

Kosong Tidak Bernyawa


credit to: google. 





Tika mentari membakar hangat
angin berlalu memintas rasa
dan guruh datang tanpa suara 
cinta terhapus, membekukan sejuta kasih 
rindu pun berkabus.

Demi rasa sebuah kehilangan dalam semua keadaan, aku berlari di dalam mimpi. Bergerak menerjah dunia melintasi alam semesta ke sebelah sana galaksi tanpa membuka mata. Aku melebarkan sayap yang ada dengan hanya sekelip mata. Aku terjun ke lembah curam namun aku berjaya kembali naik ke angkasa ria. Belantara sepi ditterjah berulang kali, masih gelita tak berpenghuni. Gunung-ganang kian kontang dengan kasih sayang setelah gas-gas dioksida dinodai para manusia tidak berhati perut ikan. Layang-layang terbang tanpa sayap setelah tali rindu kau putuskan tanpa perasaan. 


Sehingga air mata mengalir, diri masih lagi berada di dalam mimpi. Sehinggalah aku dikejutkan oleh panggilan sebuah kemarahan bulan dan bintang di langit. Terlontar sebuah perasaan ke lembah yang paling dalam, terkepung oleh rindu yang menggunung. Kejutan demi kejutan diterima, hingga aku terdampar di lembah hina. Mengharap sebuah pengertian dari sepasang telinga yang mendengar, namun harapan terputus tidak kesampaian. Sudahnya, tangisan mengalir lagi sehingga mata terpejam. Kata-kata yang dikarang minta diluahkan terkumpul dalam perasaan. Kosong tidak bernyawa. 


Dalam seribu harapan yang berbukau, cuma satu menjadi tunjang utama. Aku cuma nak bawak moto laju-laju sambil nangis puas-puas atas highway dari utara ke selatan tanpa henti. Lepas tu, bila dah sampai ke penghujung, kalau ada yang tanya kenapa mata aku berair, aku cakap je lah, masuk habuk. -_-


p/s: off to bowling at The Mines with new friend. Perhaps everything will be all right. Will be going to Ummi Rozana's house for group facebook gathering tonight (overnight there). Catch you soon, Love. 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
We're not friends. We're not enemies. We're just strangers, with some memories...

Suka Tak?

Yang Menghidupkan Hidup